Rabu, 01 Agustus 2018

Penelitian-penelitian terkait Uyghur dan Kebijakan Bejing di Xinjiang






Chinese Strategy for De-radicalization

Zhou, Z. (2017). Chinese strategy for de-radicalization. Terrorism and Political Violence, 1-23.
Zunyou Zhou (2017) Chinese Strategy for De-radicalization, Terrorism and Political Violence, DOI: 10.1080/09546553.2017.1330199

China sedang berjuang keras melawan terorisme separatis yang dilakukan oleh Muslim militan Uyghurs di wilayah Xinjiang yang jauh di barat. Deradikalisasi adalah salah satu kebijakan yang pemerintah di Xinjiang baru-baru ini ambil untuk mengatasi meningkatnya kekerasan teroris. Makalah ini terdiri dari lima bagian. Bagian pertama berkaitan dengan latar belakang yang menentang strategi deradikalisasi yang disusun dan dikembangkan. Bagian kedua membahas beberapa pendekatan utama untuk strategi seperti "lima kunci," "empat cabang," "tiga kontingen," "dua tangan," dan "satu aturan." Bagian ketiga menyajikan kustodian, pasca-pemenjaraan, dan sosial program untuk menargetkan tiga kelompok orang: radikal yang dipenjara, radikal yang dibebaskan, serta mereka yang radikal tetapi tidak diadili. Bagian keempat menggambarkan program-program untuk melibatkan masyarakat dalam rangka memenangkan orang-orang yang dapat dipercaya secara politik dari masyarakat sipil untuk dukungan dalam deradikalisasi. Bagian terakhir menarik kesimpulan mengenai karakteristik, efektivitas, kontroversi, dan masa depan kampanye deradikalisasi Tiongkok.

Senin, 15 Januari 2018

Chinese Strategy for De-radicalization, Terrorism and Political Violence di Xinjian


Strategi Cina untuk deradikalisasi

Makalah ini diambil dan diterjemahkan bebas (google) dari makalah yang ditulis Zunyou Zhou, dengan judul "Chinese Strategy for De-radicalization, Terrorism and Political Violence" dan dipublikasikan pada 22 Maret 2018 di Taylor & Francis Online. Zunyou Zhou di Departemen Hukum Kriminal, Institut Max Planck untuk Hukum Pidana Internasional dan Luar Negeri, Freiburg im Breisgau, Jerman. Karya-karya diantaranya "Rehabilitating Terrorists: The Chinese Approach"
(kutip: Zunyou Zhou (2017) Chinese Strategy for De-radicalization, Terrorism and Political Violence, DOI: 10.1080/09546553.2017.1330199), 'After Nice, we all must learn to live with a certain amount of terrorism'.

Pada tulisan tersebut tergambar langkah-langkah de-radikalisasi yang holistik dan sistematis namun tetap masih dipertanyakan klaim keberhasilannya dimana indikator yang digunakan seperti "atmosfir"/ suasana aman/ kejadian teror yang berkurang (apakah bukan faktor adanya keamanan /polisional?), pelaku sudah tidak radikal (apakah bukan karena sedang menata diri/menyembunyikan dirinya yang sesungguhnya?) dll.